BTemplates.com

Sabtu, 31 Maret 2018

Benahi 5 Kesalahan Persepsi Bisnis

1. Berbisnis Tidak Perlu Pintar dan Kompeten

Bentuk kesalahan persepsi tentang bisnis yang pertama adalah berbisnis tidak perlu pintar dan kompeten. Memang ada beberapa contoh pengusaha yang sukses tanpa pendidikan yang tinggi. Namun Anda juga harus paham bahwa tidak sedikit juga beberapa pengusaha sukses yang memiliki pendidikan tinggi, right?
Lalu berdasarkan sebuah logika, tentu alangkah lucunya bila seorang pemilik usaha memiliki pendidikan dan kompetensi yang lebih rendah dari bawahanya (karyawannya). Padahal di balik itu seorang pengusaha dituntut memiliki kompetensi lebih tinggi untuk mengatur usaha dan perusahaannya yang membutuhkan pemikiran yang lebih besar. Tanpa adanya kompetensi, maka sangat mungkin bisnis akan hancur lebur dalam hitungan hari saja.

2. Jadi Pengusaha Tidak Punya Atasan

Berikutnya, kesalahan persepsi tentang bisnis adalah bahwa menjadi pengusaha tidak membuat kita punya atasan yang akan menyuruh-nyuruh kita. Dalam sebuah struktur perusahaan memang bisa jadi Anda berada pada posisi teratas (top level). Namun bila Anda mau lebih cermat maka pengusaha ini sebenarnya punya atasan yang bisa saja menyuruh-nyuruh mereka. Dan atasan mereka yang memang tidak ada dalam internal perusahaan adalah para pelanggan atau customer.
Ya, dari apa yang diinginkan para pelanggan ini Anda sebagai pengusaha mau tak mau memang harus menurutinya. Jika tidak maka usaha atau bisnis Anda bisa saja berakhir atau gulung tikar karena tidak adanya pemasukan atau pendapatan usaha.

3. Pengusaha Punya Waktu Bebas

Banyak yang beranggapan bahwa menjadi seorang pengusaha akan membuat dirinya akan memiliki waktu yang banyak dan bebas. Namun sayangnya hal ini tidak berlaku jika Anda masih berada pada tahap perintisan atau pengembangan usaha. Mungkin saja ketika Anda sukses, Anda bisa mendapatkan waktu yang luang itu.
Tapi seorang pengusaha yang masih dalam tahap perintisan atau pengembangan usaha ini bahkan harus bekerja setiap waktu dan hampir mencapai 24 jam sehari. Hal ini dikarenakan mereka harus berjuang membuat bisnisnya ini tetap berjalan dan tidak berhenti.

4. Pengusaha Selalu (Lebih) Kaya

Pengusaha bisa mendapatkan kekayaan yang lebih dari yang lainnya? Bisa jadi, jika Anda sudah mencapai sukses. Namun bila Anda masih berada dalam perintisan atau pengembangan usaha, maka Anda harus berkorban modal dan kekayaan Anda.

Kenali 9 Karakter Pengusaha Sukses

Siapa sih orang yang tidak mau menjadi sukses, karena sebuah kesuksesan merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Segala hal yang diinginkan dan dicita-citakan dapat diraih dengan mudah. Jika ada dua pilihan, Anda akan menjadi seorang pengusaha sukses, atau menjadi pegawai yang baik dan selalu mendapatkan gaji ? pastinya Anda dan kebanyakan orang lebih memilih untuk menjadi pengusaha sukses.
Jika Anda menginginkan jadi pengusaha yang sukses memang tidak ada cara dan rumus jitu. Dalam banyak penelitian mengenai pengusaha sukses seperti juga yang terdapat di powerhomebiz, diungkapkan bahwa untuk bisa menjadi pengusaha sukses ada sembilan karakteristik yang wajib dimiliki oleh setiap individu pengusaha.
Untuk mengetahui lebih jelas lagi, pada kesempatan ini akan dibahas 9 karakter yang wajib ada di setiap orang pengusaha yang ingin meraih kesuksesan. Maka dari itu mari kita simak penjelasannya di bawah ini :

1. Selalu Berfikir Ingin Menjadi Sukses

Seorang pengusaha harus mempunyai mimpi yang besar untuk menjadi sukses. Setiap kisah kesuksesan itu bermula dari mimpi-mimpi yang besar. Anda harus mempunyai visi dan misi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai. Tetapi tidak berhenti dimimpi saja, Anda harus mempunyai keinginan yang kuat untuk memvisualisasikan sukses itu dalam pikiran Anda bayangkan bahwa kesusksesan itu ada di depan mata Anda dan hampir merasakannya. Karena tanpa niat dan kemauan untuk menjadi lebih maju akan sulit untuk merealisasikan semuanya.
Contoh kongkritnya saja dalam kekuatan memvisualisasikan tujuan adalah jika Anda ingin menjadi penulis sukses atau yang lainnya, bayangkan oleh diri sendiri mendatangangi buku buku dalam kerumunan yang ingin meminta tanda tangan Anda. Cara ini mungkin terlihat sepele akan tetapi pengaruhnya sangat besar ketika Anda ingin meraih sebuah kesuksesan. Dan akan memperkuat tujuan dan tetap segar dalam kesadaran Anda.

2. Mempunyai Semangat Lebih Dengan Apa yang Dilakukan

Anda terjun ke dunia bisnis mungkin ingin merubah seluruh atau sebagian kehidupan yang sedang dijalani. Perlu diketahui juga sebuah kesuksesan itu tidak datang dengan sendirinya. Sebaliknya jika Anda mencintai dengan apa yang sedang Anda lakukan, tetapi akan berbanding terbalik jika segala aktifitas yang dikerjakan ttidak di dasari dengan kecinaan kita terhadap pekerjaan tersebut. Atau malah Anda bahkan tidak bergairah dan membencinya, maka sampai kapanpun Anda tidak akan bisa meraih impian itu.
Umumnya seorang pengusaha sukses tidak akan merasa keberatan jika mereka diharuskan untuk bekerja 15 hingga 18 jam sehari atau malah mungkin tidak tidur sama sekali. Itu karena mereka berfikiran kenapa tidak berkorban lebih untuk bisa mendapatkan hasil yang besar. Karena pengorbanan yang mereka lakukan tidak akan sia-sia pada akhirnya apabila usaha yang mereka jalani bisa berkembang dengan pesat dan bisa meraih titel dari sebuah kesuksesan.
Itu didasari karena mereka mencintai apa yang tengah dilakukan, seorang pengusaha bisa dikatakan telah mencapai sukses apabila tantangan yang ada didepan mereka bisa terselesaikan dengan baik. Semua itu bisa di dapatkan dengan semangat dan pantang menyerah.

3. Fokuskan Pada Kekuatan yang Anda Punya

Setiap pribadi seseorang pasti mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Agar lebih meyakinkan pada diri Anda perlu dilakukan identifikasi kekuatan atau kelebihan yang dipunyai terletak dimana dan tetap usahakan harus selalu berkonsentrasi.

Prinsip Etika Bisnis di Perusahaan

Di dalam teori ekonomi, praktik bisnis harus memiliki etika. Lalu, prinsip etika seperti apa yang berlaku dalam kegiatan bisnis? Berikut ini adalah beberapa prinsip etika bisnis yang dimaksud:

1. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi ini saya berkaitan dengan sikap dan kemampuan individu dalam mengambil sebuah keputasan dan tindakan yang tepat. Dengan kata lain, seorang pelaku bisnis harus bisa mengambil keputusan yang baik dan tepat, dan mempertanggungjawabkan keputusan tersebut.
Pelaku usaha bisa dikatakan punya prinsip otonomi dalam berbisnis jika ia memiliki kesadaran penuh akan kewajibannya dalam menjalankan usaha. Artinya, seorang pengusaha memahami bidang usaha yang dikerjakan, situasi yang dihadapi, serta tuntutan dan aturan yang berlaku di bidang tersebut.
Pelaku usaha juga dikatakan memiliki prinsip otonomi bila ia sadar bahwa keputusan dan tindakan yang diambil sesuai atau bertentangan dengan nilai atau norma moral tertentu, serta memiliki risiko yang dapat terjadi bagi dirinya dan perusahaan. Prinsip otonom bukanlah sekedar mengikuti nilai dan norma yang berlaku, tapi juga kesadaran dalam diri bahwa yang dilakukan adalah hal yang baik.

2. Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran seharusnya menjadi dasar penting dalam menjalankan usaha apapun. Sebagian besar pengusaha sukses, baik pengusaha modern maupun pengusaha konvensional, mengaku bahwa kejujuran adalah salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis apapun.
Kejujuran sangat besar dampaknya dalam proses menjalankan usaha. Sekali saja seorang pelaku usaha tidak jujur/ menipu konsumen, maka ini adalah awal kemunduran bahkan kehancuran sebuah bisnis. Apalagi di bisnis modern seperti sekarang ini yang tingkat persaingannya sangat tinggi.

3. Prinsip Keadilan

Adil dalam hal ini berarti semua pihak yang terlibat dalam bisnis memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sesuai aturan yang berlaku. Dengan begitu, maka semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi terhadap keberhasilan bisnis yang dijalankan, baik secara langsung maupun tak langsung.
Dengan menerapkan prinsip keadilan ini dengan baik, maka semua pihak yang terlibat di dalam bisnis, baik relasi internal maupun relasi eksternal, akan mendapat perlakuan yang sama sesuai dengan haknya masing-masing.